Bintang Dunia Ini Ternyata Kpopers Garis Keras!
Awal kesukaan Korea dimulai dari beberapa kisah Korea yang sering disiarkan di stasiun TV Nusantara, masyarakat Indonesia mulai mengetahui para artis Korea. Tentu saja mereka mulai mencari info tentang aktris dan pemain film tersebut, sehingga akhirnya itu pun juga mengidolakan karet penyanyi, boyband dan girlband Korea. Untuk para pecandu Korea, mengenal budaya sebagaimana memakai Hanbok atau busana khas Korea, belajar menyusuk Kimchi dan mempelajari bahasanya juga merupakan hal dengan wajib untuk dilakukan. Alhasil, rasa bangga dan mengecap keingintahuan mereka semakin timbul terhadap budaya Korea. Nusantara termasuk negara yang padahal terkena demam Korea.
Faktor ketiga ialah asal mula kimchi. Kimchi pada awalnya dibuat sambil permaisuri dari Raja Sejong sebagai hidangan untuk pertunjukan Sesi. Kebudayaan garis rombongan di Korea adalah bertolak pada atas sistem Patrilinial. Pria memegang peranan penting dalam kesejahteraan keluarga dan diwajibkan untuk bekerja. Wanita diperbolehkan untuk bekerja hanya kalau diperbolehkan oleh suami atau jika hasil kerja suaminya tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan keluarga.
Kebiasaan sesi dilaksanakan berdasarkan skedul[cak] bulan. Matahari, menurut kebiasaan Korea, tidak menunjukkan suatu karakteristik musiman. Akan tetapi, Bulan menunjukkan suatu perbedaan melalui perubahan fase bulan. Oleh karena itu, lebih mudah membedakan adanya perubahan musim atau waktu melalui fase bulan yang dilihat. Hal yang membuat kimchi menjadi makanan yang spesial ada banyak faktornya.
Taktik ini menjadikan perseteruan nun sangat sengit antara penghobi musik Korea dengan penghobi musik Indonesia. Meskipun tersebut menabung untuk mendapatkan barang-barang tersebut, namun hal ini juga bukanlah hal nun baik karena uang yang sangat banyak dikumpulkan terbuang mengecewakan hanya untuk sesuatu yang bukan perlu. Bahkan mereka ikhlas kursus bahasa Korea biar bisa mempelajari huruf hangeul dan berbahasa Korea. Kecuali itu, mereka juga bukan malu kalau harus menjalankan budaya Korea dengan menggunakan Hanbok atau pakaian tertentu Korea.
Ada satu buah tradisi yang cukup dikenal di Korea. Tradisi itu dinamakan âsesi customâ. Kebiasaan sesi dilaksanakan sekali pada setiap tahun. Sesi adalah satu buah tradisi untuk mengakselerasikan irama dari sebuah lingkaran roh tahunan sehingga seseorang bisa lebih maju di lingkungan kehidupan tahun berikutnya.
Taktik ini dapat terlihat pada layar televisi Indonesia nun sekarang berlomba-lomba untuk menyuguhkan informasi dan hiburan nun berhubungan dengan Korea. Di tradisi sesi, ada lima dewa yang disembah, ialah irwolseongsin, sancheonsin, yongwangsin, seonangsin, dan gasin.
Kelima dewi ini disembah karena dianggap dapat mengubah nasib serta keberuntungan seseorang. Pada perian di mana sesi dijalankan, akan diadakan sebuah daftar makan malam antar sesama keluarga yang pertalian darahnya dekat. Acara makan tetap diawali dengan kimchi & lalu dilanjutkan dengan âcomplete food sessionâ.
Semakin banyak wanita yang turut membantu dalam pembuatan kimchi ini, semakin âbermaknaâ pula kimchi tersebut. Kimchi juga merupakan faktor penentu kepintaran atau kehebatan seorang wanita dalam menyusuk. Konon katanya, jika seorang wanita mampu membuat kimchi yang enak, tidak diragukan lagi kemampuan wanita itu dalam memasak santapan lain.
Faktor ketiga ialah asal mula kimchi. Kimchi pada awalnya dibuat sambil permaisuri dari Raja Sejong sebagai hidangan untuk pertunjukan Sesi. Kebudayaan garis rombongan di Korea adalah bertolak pada atas sistem Patrilinial. Pria memegang peranan penting dalam kesejahteraan keluarga dan diwajibkan untuk bekerja. Wanita diperbolehkan untuk bekerja hanya kalau diperbolehkan oleh suami atau jika hasil kerja suaminya tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan keluarga.
Kebiasaan sesi dilaksanakan berdasarkan skedul[cak] bulan. Matahari, menurut kebiasaan Korea, tidak menunjukkan suatu karakteristik musiman. Akan tetapi, Bulan menunjukkan suatu perbedaan melalui perubahan fase bulan. Oleh karena itu, lebih mudah membedakan adanya perubahan musim atau waktu melalui fase bulan yang dilihat. Hal yang membuat kimchi menjadi makanan yang spesial ada banyak faktornya.
Taktik ini menjadikan perseteruan nun sangat sengit antara penghobi musik Korea dengan penghobi musik Indonesia. Meskipun tersebut menabung untuk mendapatkan barang-barang tersebut, namun hal ini juga bukanlah hal nun baik karena uang yang sangat banyak dikumpulkan terbuang mengecewakan hanya untuk sesuatu yang bukan perlu. Bahkan mereka ikhlas kursus bahasa Korea biar bisa mempelajari huruf hangeul dan berbahasa Korea. Kecuali itu, mereka juga bukan malu kalau harus menjalankan budaya Korea dengan menggunakan Hanbok atau pakaian tertentu Korea.
Ada satu buah tradisi yang cukup dikenal di Korea. Tradisi itu dinamakan âsesi customâ. Kebiasaan sesi dilaksanakan sekali pada setiap tahun. Sesi adalah satu buah tradisi untuk mengakselerasikan irama dari sebuah lingkaran roh tahunan sehingga seseorang bisa lebih maju di lingkungan kehidupan tahun berikutnya.
Taktik ini dapat terlihat pada layar televisi Indonesia nun sekarang berlomba-lomba untuk menyuguhkan informasi dan hiburan nun berhubungan dengan Korea. Di tradisi sesi, ada lima dewa yang disembah, ialah irwolseongsin, sancheonsin, yongwangsin, seonangsin, dan gasin.
Kelima dewi ini disembah karena dianggap dapat mengubah nasib serta keberuntungan seseorang. Pada perian di mana sesi dijalankan, akan diadakan sebuah daftar makan malam antar sesama keluarga yang pertalian darahnya dekat. Acara makan tetap diawali dengan kimchi & lalu dilanjutkan dengan âcomplete food sessionâ.
Semakin banyak wanita yang turut membantu dalam pembuatan kimchi ini, semakin âbermaknaâ pula kimchi tersebut. Kimchi juga merupakan faktor penentu kepintaran atau kehebatan seorang wanita dalam menyusuk. Konon katanya, jika seorang wanita mampu membuat kimchi yang enak, tidak diragukan lagi kemampuan wanita itu dalam memasak santapan lain.


Posting Komentar
0 Komentar