Kpopers Garis Keras Habiskan Rp10 Juta Demi Idola

Gadis ini sedikit memiliki selisih paham dengan putri nenek baik hati tersebut, karena sakit sang nenek memanggil putrinya untuk tinggal dengannya dan menjadi pengurusnya. Hampir setiap tengah malam Daezi mendengar kebisingan yang tidak biasa ia dengar, putri si nenek selalu bergadang dan membuat keributan tak jelas, menganggu waktu tidur orang lain. Daezi prihatin dengan waktu tidur sang nenek yang jelas akan terganggu dengan aktivitas putrinya sendiri. Tuan, kau benar-benar membuang waktuku yang sangat berharga. ” Yoongi menyerngit, menghentikan aktivitasnya mencatat. “Gunakan-” Daezi menunjuk satu-satunya barang yang Yoongi peggang selain alat tulis.
Daezi berlari secepat yang ia bisa, uang tips yang besar. Itulah yang selalu ia katakan dalam hati.

Daezi berjalan dengan kardus raksasa, angin bertiup tak sesantai sebelumnya, menerbangkan debu dikardus. Siapa yang sialan disini, si tuan kardus pencedok pertama atau angin / debu yang baru Daezi sadari setelah tertiup angin?
Daezi mengambil alih paket ini, berjalan keluar kedai serta membaca kertas nota nun berisikan alamat sang pembeli. Tidak terlalu jauh, tapi melewati jalanan padat pejalan kaki, lalu lampu lalu lintas yang paling lama. Dengan satu niat yang terukir di benaknya, tips besar.
Karena bintang selalu mengekspos hal-hal yang baik saja selama ini, dan kali ini dari keenam laki-laki disekeliling Yoongi tak ada yang memiliki niat untuk membantah atau menyanggah ucapannya. Bahkan Jin atau Jungkook sekalipun, dua aktor yang sedang naik daun dengan berbagai film yang mereka bintangi.
“Bisa kau semua membuang ini, terima rahmat. ” Si tuan karton coklat berganti, Daezi termenung bahwa laki-laki yang saja memberinya tips besar ini menyerahkan kardus besar sedang kasar dan sepihak. Gapura ditutup cepat, bahkan bukan memberi kesempatan pada Daezi untuk menolak dan memarahinya, benar-benar tidak sopan.
Aku dapat menemukanmu, sepertinya, dalam Wiegenlied milik Brahms yang biasanya mengantarmu menuju tidur yang lelapâ€"sebagaimana acara anak-anak mengalunkan tolok ukur itu menjelang pukul delapan malam. Daezi menutup gerbang pagar rumah sewanya berhati-hati, tak ingin membuat tanggapan yang nantinya mengundang satu buah panggilan dari anak sang pemilik rumah.
“Ponsel cangihmu, ponsel yang kau pertontonkan pada semua orang jika merk ponselmu itu bagus, mahal, dan canggih. ” Yoongi menatap ponselnya. “Semua orang juga tahu itu mahal, tanpa harus mempetontonkan merknya. ” Yoongi menerjapkan mata, betul juga kenapa harus ribut mencatat jika bisa menyimpan. Yoongi mengembalikan tanda tanda setelah dua kali memotretnya, Daezi menerima dengan sopan namun, siapapun bisa melihat jika raut wajahnya sedang mencibir.
Yang mengelokkan menjadi incaran netizen ketika ini dari keenam cowok tampan disekeliling Yoongi merupakan Jimin, penyanyi dengan talun luar biasa dan penuh gadis yang mengidolakannya. Apalagi Jimin mendapat julukan laki-laki terseksi, suami idaman, serta lain-lain.
Batin Daezi meruntuk, ia mempercepat jalannya ingin segera mengenyahkan kardus coklat itu. Bersinnya semakin parah sampai perutnya sakit, bahkan orang yang berpapasan dengannya menatap heran karena bersin Daezi yang tak berjeda. secepat yang kau bisa. ” Titah sang kasir, bani pemilik kedai ayam teritori ia bekerja. Waktu merupakan uang, itu dalil andalannya. “Dia akan memberikan trik besar jika kau menyampaikan pesanannya dengan cepat.

Posting Komentar

0 Komentar