Budaya Korea Mampu Menghipnotis Remaja Indonesia

Nggak akan pernah tau bahwa aku ada di dunia ini untuk menyemangatinya. Sementara itu usiaku sudah semakin menua dan aku harus mencintai orang lain, yang nyata perasaannya mencintaiku. Merchandise yang dipakai atau melekat di tubuh semua fans K-Pop ini memang sudah paling umum tampak.

Apalagi pecandu K-Pop tak lepas daripada merchandise berbau idola itu. Walaupun harganya tak permulaan, penggemar sejati biasanya hati suci menabung untuk memilikinya. Pemberang yang kerap diburu pecandu K-Pop misalnya berupa rekaman, lightstick, kalender, photobook, plakat, postcard, atau foto. Meski barang-barang tersebut merupakan kira-kira limited edition dan formal, biasanya fans akan ngerasa lebih bangga.
"Sulit buatku guna diukur per bulan, tapi jika per event, dapat hingga Rp 5 juta dari event, " sebutnya. Pokok ini menjadikan bisnis merchandise K-Pop terus laris elegan hingga kini.
Dia itu cahaya, tapi aku hanyalah salah satu dari jutaan pasir yang nggak mungkin terlihat. Aku menabung dan membelanjakan uang itu untuk membeli barang-barang mereka. Majalah, poster, pulsa internet, album, lightstick, tiket fan meeting, bahkan tiket konser yang harganya jutaan rela aku habiskan demi dia. Tak jarang bahkan aku sampai berdebat dengan orang tua karena waktuku habis untuk fangirling, buka berbagai sosmed dan memenuhi galeri dengan foto dan semua MVnya.
Namun, wanita peminat SHINee dan EXO itu mengaku tidak terlampau memikirkannya. Ari, fans BTS dengan telah mulai membuka online shop semenjak 2013, kendati menceritakan bagaimana evolusi dan kompetisi online shop yang memasarkan barang-barang K-Pop paling terasa. "Saat itu, belum terdapat e-commerce marketplace yang marak laksana sekarang, jadi hanya jual via Facebook, Twitter, dan Instagram, " tulisnya.
Fandom K-Pop yang patut besar memang paling menunjuk-nunjukkan tidak sedikit keuntungan buat para pebisnis online shop. Toko online yang dikelola oleh Tata ini telah berdiri semenjak tahun 2012.
Saat itu, sebenarnya, ia membuka bisnis melulu guna memasarkan koleksi-koleksi albumnya. Sampai ketika ini, ia menjual para album biduan kesayangan, baik dalam versi Korea maupun Jepang, photobook formal, pun merchandise konser nyata idola. Sebagai empunya online shop yang sampai waktu ini masih berskala kecil, ia bukannya tidak pernah mereguk persaingan.
Ari berjualan pelbagai barang berbau K-Pop, mulai dari album, barang fansite, sampai makanan dan kosmetik dari Korea. Bahkan, ia pun membantu fansite melangsungkan pameran dan menolong menjualkan foto-foto mereka di Jakarta. Selama menjalankan usahanya, Ari bukannya tidak pernah menikmati persaingan dengan online shop yang ada. Bahkan, menurutnya, kompetisi online shop ketika ini begitu sengit. Akan tetapi, ia tetap menjalaninya karena merasa bisnis ini mujur dan tidak sedikit peminat.

Posting Komentar

0 Komentar